Pasarean
adalah salah satu desa di kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.
Desa ini pada awalnya berada dalam wilayah kecamatan Cibungbulang sebelum
adanya pemekaran, di Desa ini telah melahirkan para pejuang kemerdekaan yang
pada saat itu dengan kegigihannya melawan penjajahan Belanda dan Jepang dengan
semangat perjuangannya pada waktu itu melahirkan banyak tokoh-tokoh pejuang
yang menggerakan perlawanan rakyat terhadap para penjajah diantaranya ada K H.
Abdul Hadi,K H. Abdul Hamid, K H. Sholeh Iskandar, K H. Sholeh Fajar,K H.
Dasuki Bakri serta banyak pejuang-pejuang lainnya yang sangat gigih melawan
penjajahan Belanda dan Jepang di wilayah Bogor Barat. Atas perjuangan mereka
nama-nama pejuang tersebut diabadikan pada nama jalan seperti antara jalur
Cemplang kecamatan Cibungbulang hingga Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan
dinamakan dengan jalan K H. Abdul Hamid,lalu jalan yang melintas dari Cibatok
kecamatan Cibungbulang hingga Cibening kecamatan Pamijahan dinamakan dengan
jalan K H. Dasuki Bakri.
Di
antarapara pejuang yang lahir di Kp pasarean Desa Pasarean yang terus berkiprah
dalam bidang sosial dan Da'wah setelah kemerdekaan adalah K H. Sholeh Iskandar,
jejak peninggalan perjuangannya adalah Pembuatan model perkampungan modern pada
waktu itu setelah kampung yang lama demi taktik perjuangan dibakar oleh mereka
seperti yang terjadi adanya Bandung lautan api yaitu Kampung Pasarean lama
dekat kampung Cigamea Menjadi Pasarean Baru yang tertata lebih rapi seperti
yang kita lihat pada kompleks perumahan saat ini,padahal waktu itu belum ada
kompleks perumahan yang berkonsep seperti Perumnas tetapi atas kecerdasan dalam
penataan kampung yang dipimpin oleh K H. Sholeh Iskandar model penataan kampung
di Desa Pasarean ini diakui oleh Badan Internasional seperti UNESCO,lalu di
antara peninggalan K H. Sholeh Iskandar adalah membangun Universitas Ibnu
Khaldun (UIKA),Pesantren Pertanian Darul Falah,Rumah Sakit Islam Bogor serta
organisasi keagamaan yang terus berkiprah hingga saat ini seperti BKSPPI (Badan
Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia) lalu ada pula organisasi PUI (Persatuan
Ummat Islam). Nama K H Sholeh Iskandar juga diabadikan pada ruas jalan yang
melintas dari mulai warung Jambu Kota Bogor hingga wilayah Parung.











